Lompat ke konten utama
Pietra Digital Tech
AI Terapan6 menit baca

Empat pertanyaan sebelum Anda membangun fitur AI

Sebagian besar proyek AI yang gagal tidak gagal karena modelnya kurang pintar. Mereka gagal karena tidak ada yang menyepakati arti 'berhasil' sejak awal.

Setiap beberapa minggu kami menerima permintaan yang bunyinya mirip: 'kami ingin menambahkan AI ke produk kami'. Itu bukan permintaan yang buruk, tapi juga belum bisa dikerjakan. Sebelum menulis baris kode pertama, ada empat pertanyaan yang harus punya jawaban.

1. Apa keputusan yang sedang dibuat manusia sekarang?

Sistem AI paling berguna ketika menggantikan atau mempercepat keputusan yang sudah ada, bukan menciptakan keputusan baru. Kalau Anda tidak bisa menunjuk seseorang yang saat ini membuat keputusan itu secara manual, kemungkinan besar Anda belum menemukan masalahnya.

2. Seberapa mahal satu kesalahan?

Jawaban atas pertanyaan ini menentukan seluruh arsitektur. Kesalahan yang murah membolehkan otomasi penuh. Kesalahan yang mahal menuntut pemeriksaan manusia, penandaan tingkat keyakinan, dan jejak audit — dan semua itu adalah pekerjaan rekayasa yang harus masuk anggaran sejak awal.

3. Bagaimana Anda akan mengukur mutu keluaran?

Kami selalu membangun kerangka evaluasi sebelum membangun fiturnya. Tanpa itu, satu-satunya cara menilai sistem adalah 'terasa lebih baik', dan perasaan bukan dasar yang cukup untuk memutuskan rilis ke produksi.

Kalau Anda tidak bisa mengukurnya, Anda tidak sedang membangun sistem — Anda sedang membangun demo.

4. Berapa biayanya per bulan pada skala penuh?

Biaya pemanggilan model terlihat kecil saat purwarupa dan bisa menjadi pos pengeluaran yang serius saat dipakai seluruh perusahaan. Hitung lebih awal. Kadang hasil hitungannya menunjukkan bahwa pendekatan tanpa AI lebih masuk akal — dan itu kesimpulan yang sah.

Kembali ke daftar tulisan

Punya rencana yang ingin dijalankan?

Ceritakan situasinya. Kami menjawab dalam dua hari kerja.